
TELUK PANDAN – Pengerjaan proyek perbaikan jalan oleh PT Bumi Infrastruktur Nusantara di Kilometer 13–14 Jalan Poros Bontang–Samarinda, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, dikeluhkan warga. Pasalnya, jalan yang sudah dikeruk tersebut tak kunjung dibenahi selama hampir dua bulan dan telah menyebabkan banyak pengendara mengalami kecelakaan.
Terbaru, sebuah kecelakaan menimpa seorang pengendara sepeda motor asal Bontang pada Senin (25/5/2026) malam sekitar pukul 19.23 WITA. Korban terperosok ke dalam lubang galian yang cukup dalam hingga mengalami luka-luka di bagian lutut dan tangan, serta bodi motornya hancur.
”Saya tadi kaget, Pak. Jalannya awalnya mulus, lalu tiba-tiba ada pemutusan jalan (kerukan). Kami langsung terperosok lalu jatuh,” ujar korban di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa di sekitar lokasi tidak ada rambu-rambu peringatan yang memadai. “Saya kira tidak ada jalan berlubang sedalam ini karena tidak ada tanda-tanda atau rambu bahwa ada galian jalan,” lanjutnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, seorang tokoh pemuda Teluk Pandan yang akrab disapa Bung Siraj, mengonfirmasi bahwa hasil galian untuk pemasangan box culvert (plat decker) di lokasi tersebut memang sangat dalam dan membahayakan, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain menyebabkan pengendara motor terjatuh, tidak sedikit mobil yang bagian bawahnya tersangkut saat melintas.
”Harusnya kalau ada galian seperti ini, tidak usah menunggu lama untuk langsung dibenahi kembali. Ini adalah Jalan Trans Kalimantan Timur yang sangat ramai dilalui pengendara,” tegas Bung Siraj kepada awak media, Senin (25/5/2026).

Bung Siraj juga mendesak pihak kontraktor untuk segera mengambil tindakan nyata sebelum menjatuhkan lebih banyak korban jiwa.
”Kalau sudah banyak korban begini, pihak PT (Bumi Infrastruktur Nusantara) harus bertanggung jawab. Kami meminta agar jalan yang sudah dikerok dan digali ini segera dibenahi demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(Srj)


