(Kutim) – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Dalam rapat virtual bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik, pada Rabu (27/11/2024), Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Rizali Hadi, melaporkan kelancaran distribusi logistik dan tingginya antusiasme masyarakat.
Rizali Hadi melaporkan bahwa hingga Selasa malam (26/11/2024) pukul 23.30 WITA, seluruh logistik Pilkada telah tiba di 701 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan. Pelaksanaan di lapangan didukung oleh 4.907 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mulai bekerja sejak pagi.
Demi memastikan keamanan, sebanyak 1.403 personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) diterjunkan, didukung oleh aparat gabungan dari Polda Kaltim, Polres Kutim, Polsek, Korem, Kodim, Koramil, hingga unsur Pangkalan Angkatan Laut.
“Kami juga menyediakan dukungan dari dinas kesehatan yang memberikan pelayanan medis, suplemen, dan obat-obatan bagi petugas di TPS,” jelas Rizali.
Monitoring terus dilakukan melalui zoom meeting yang menghubungkan pemerintah kabupaten dengan 18 kecamatan. Rizali menambahkan, pada pukul 11.00 WITA siang tadi, dia memantau bersama seluruh camat.
“Alhamdulillah, situasi sejauh ini aman dan kondusif tanpa kendala berarti,” sebutnya.
Salah satu indikator kesuksesan Pilkada Serentak ini adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Rizali optimistis bahwa partisipasi warga Kutim dapat melampaui angka 70 persen, bahkan mendekati 80 persen. Tingginya antusiasme ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik memberikan apresiasi atas kesiapan dan koordinasi pemerintah daerah. Dengan kata lain dia sangat mengapresiasi kerja keras tim di Kutim.
“Semoga kondisi aman dan lancar seperti ini terus terjaga hingga seluruh tahapan Pilkada selesai,” ujar Akmal.
Dengan situasi yang terkendali, Pemkab Kutim optimistis dapat menyelesaikan seluruh rangkaian Pilkada tanpa hambatan. Koordinasi yang solid antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan.
“Kami percaya, dengan kolaborasi dan kerja keras ini, pesta demokrasi di Kutai Timur dapat menjadi momentum positif untuk pembangunan daerah,” pungkas Rizali. (adv/ni/ai)


