banner 728x250 banner 728x250

Disdikbud Kutim Gelar Workshop Kemitraan Sekolah Keluarga, Dukung Program Pembelajaran Menyenangkan

SAMARINDA – Workshop Kemitraan Sekolah dan Keluarga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim yang digelar di Ballroom Swiss Belhotel, Rabu (30/8/2023) lalu, dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono saat menyampaikan laporan tak henti-hentinya menerangkan bahwa pihaknya dalam workshop ini memfokuskan pengenalan calistung alias baca tulis hitung.

“Khususnya untuk anak didik baru, karena memang setiap sekolah bisa dilakukan dengan suasana pembelajaran menyenangkan dan berkesan yang akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal,” singkatnya.

Untuk diketahui kegiatan ini diikuti oleh guru-guru kelas 1 dan 2 di seluruh sekolah se-Kecamatan Kutim. Berlangsung mulai 30 Agustus 2023 sampai dengan 2 September 2023. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Disdikbud Kutim Irma Yuwinda beserta staf dan undangan yang hadir. Dalam kegiatan ini, Disdikbud mendatangkan 7 narasumber berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengisi workshop.

Sedangkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya mengatakan, adanya perubahan kurikulum pendidikan saat ini khususnya untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berada di kelas 1 dan 2, salah satu yang digarisbawahi dalam memberikan PAUD, yakni konsepnya memberikan kepada siswa berupa pembelajaran yang menyenangkan.

“Ada rasa senang dan gembira dalam konsep belajar dan tidak memberikan pemaksaan untuk mereka memahami pelajaran. Diharapkan kepada institusi pendidikan terkait dapat fokus memberikan pengetahuan anak-anak dengan konsep belajar menyenangkan agar anak-anak kita bisa membaca, menulis dan berhitung atau akrab disebut calistung,” jelasnya.

Ardiansyah menambahkan kepada para guru di masing-masing institusi pendidikan yang mengajar di kelas 1 dan 2 berusaha maksimal menjadikan anak-anak bisa mengikuti pembelajaran ini.

“Usia mereka kan dalam kerangka mengenal pendidikan, tapi apabila di antara mereka yang kecerdasan melebihi dari teman yang lainnya maka tidak salah diberikan pembelajaran yang lebih, ini dari perspektif dari saya saja. Saya juga sering katakan di momen masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS),” jelasnya.

Menurut Ardiansyah, hal itu sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang meminta setiap daerah untuk menerapkan proses belajar menyenangkan terutama di jenjang transisi PAUD ke SD.