banner 728x250 banner 728x250

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, BPBD Kutim dan BMKG Gelar SLGBT u Sangkulirang

SANGKULIRANG – Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGBT) yang dipusatkan di Kecamatan Sangkulirang dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, belum lama ini. Kegiatan dimaksud merupakan garapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai Selasa (8/8/2023) hingga Rabu (9/8/2023) dan diikuti sebanyak 55 orang peserta.

Acara mengambil tema “Wujudkan Masyarakat Siaga Bencana Gempa Bumi dan Tsunami”. Dihadiri Kepala BPBD Kutim Muhammad Idris Syam, Camat Sangkulirang Rahmad, Kepala Stasiun Geofisika (Kasgeof) Balikpapan Rasmid, hingga jajaran Forkopincam dan undangan yang hadir di Aula Kantor Camat Sangkulirang.

Via zoom online, Deputi Bidang Geofisika Hanif Andi Nugraha via mengharapkan bahwa wilayah Kutim pernah mengalami bencana 14 Mei 2021. Bencana tersebut menjadi pengingat apabila kemungkinan terjadi Tsunami.

“Pembelajaran di sekolah memperkuat kapasitas untuk mewujudkan masyarakat siaga terhadap tanggap darurat dan sebagai acuan keselamatan dalam penentuan bahaya gempa bumi dan tsunami,” singkatnya

Sedangkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya menjelaskan, kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa bumi dan tsunami.

“Jadikan ini pengalaman untuk mendapatkan ilmu yang baik terhadap mitigasi kebencanaan, dan saya harap masyarakat tanggap terhadap bencana. Terima kasih kepada BMKG yang telah memberikan pengalaman terhadap sekolah-sekolah dan memberikan pencerahan terkait gempa baik geografinya, meteorologi, maupun kualitas udara,” tegasnya.

Selanjutnya, tujuan kegiatan ini tentunya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanggap terhadap bencana. Sehingga sudah siap mengambil sikap dan keputusan terhadap datangnya bencana. Kemudian juga harus berkolaborasi atau bekerja sama dengan stakeholder di daerah dengan membangun sikap tanggap bencana oleh masyarakat. Tak lupa Ardiansyah mengajak semua pihak melalui gerakan tas siap siaga gempa bumi dan tsunami, bisa siap siaga terhadap bencana.

“Saya meminta seluruh keluarga menyiapkan tas siap siaga gempa bumi dan tsunami di rumah masing-masing. Tas kita miliki di rumah dapat dilengkapi dengan peralatan yang berguna untuk kemudian dapat menjadi tas siaga. Lengkapi tas siaga dengan perlengkapan kedaruratan secukupnya,” ajaknya.