
TANGERANG – Penampilan luar biasa ditunjukkan oleh empat atlet muda perwakilan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur yang bernaung di bawah Enggang Borneo Climbing Club (EBCC) Kutim. Melakoni debut pertamanya di tingkat nasional pada ajang National Climbing Series 1 – Piala Walikota Tangerang Vol.3 2026, kontingen Kutai Timur langsung berhasil membawa pulang prestasi membanggakan pada kompetisi yang berlangsung Jumat (26/6/2026) sore.
Prestasi gemilang tersebut dipersembahkan oleh Rafisqy Mahira Dzikra, yang sukses mengamankan Medali Perunggu di nomor Speed Klasik U-11 Putra. Menariknya, Rafisqy yang merupakan seorang santri dari Pesantren Ibnu Katsir Kanal 3 Bukit Pelangi, tampil tenang dan penuh percaya diri meski harus berhadapan dengan atlet-atlet kuat dari berbagai provinsi di Indonesia.
Pada babak Small Final (perebutan tempat ketiga), Rafisqy mencatatkan waktu tajam 17,25 detik untuk mengungguli Muhammad Asyura Alghifari dari Eiger Climbing Club (ECC) Makassar. Sementara itu, posisi pertama pada nomor ini diraih oleh Louis Deo Sabdatama (Jawa Timur) dan posisi kedua ditempati oleh Azzam Aqila Rajendra (DI Yogyakarta).
Satu Atlet Putri Tembus 5 Besar Nasional
Kejutan dari perwakilan EBCC Kutai Timur tidak berhenti di kelas putra. Pada nomor Speed Klasik U-11 Putri, atlet andalan Kutim, Diana Faresya An Najma, juga tampil impresif pada debut nasionalnya. Diana berhasil menembus babak perempat final dan mengunci posisi 5 besar nasional setelah mencatatkan waktu terbaiknya di angka 17,50 detik.

Sementara itu, kompatriotnya di sektor putri, Kanzia Qiran Pandelaki, harus puas berada di peringkat ke-18 nasional dengan catatan waktu 21,90 detik. Di sektor putra, rekan satu tim Rafisqy yakni Mujahid, juga telah berjuang maksimal di babak kualifikasi dengan menempati peringkat ke-24 nasional (28,31 detik).
Menanggapi peta persaingan yang tersaji, Reky Picalia selaku pelatih tim junior Kutim yang mendampingi langsung di lapangan, memberikan evaluasinya.
”Tidak bisa dipungkiri atlet yang menjadi rival memang kuat-kuat,” ungkap Reky. Atmosfer kejuaraan nasional kali ini menjadi ujian mental sekaligus tolok ukur yang sangat baik bagi para atlet usia dini Kutai Timur.
Senada dengan tim pelatih, Ismail, S.E., M.Si. selaku manager tim menegaskan bahwa hasil ini akan membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Kutai Timur.
”Ini menjadi catatan penting kami untuk pembinaan di daerah,” ujar Ismail yang menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di masa depan.
Keberhasilan raihan medali perunggu ini disambut gembira oleh Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.Si. Beliau menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
”Hasil hari ini sangat luar biasa dan patut disyukuri. Anak-anak kita, termasuk Rafisqy yang berstatus santri, membuktikan bahwa keterbatasan pengalaman di level nasional bukan penghalang untuk mengukir prestasi. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh pengurus, klub, serta tim pelatih. Kami dari FPTI Kutai Timur akan terus mendukung penuh pembinaan usia dini agar potensi-potensi emas seperti ini dapat terus kita asah hingga mencapai puncak prestasi tertinggi,” pungkas Aji Fahriza Hakim.
Pencapaian sore ini otomatis menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu kekuatan daerah yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan panjat tebing junior Indonesia.
Ringkasan Hasil Atlet EBCC Kutai Timur (Jumat Sore, 26/06/2026):
Kategori Speed Klasik U-11 Putra:
Rafisqy Mahira Dzikra – Peringkat 3 (Medali Perunggu)
Mujahid – Peringkat 24 Nasional
Kategori Speed Klasik U-11 Putri:
Diana Faresya An Najma – Peringkat 5 Nasional
Kanzia Qiran Pandelaki – Peringkat 18 Nasional
(*)


