banner 728x250
Berita  

Era Baru Layanan Tirta Tuah Benua: Bayar Air Kini Semudah Membalas Pesan WhatsApp

SANGATTA – Wajah pelayanan publik di Sangatta Utara tengah mengalami pergeseran besar. Menjelang penutupan permanen loket fisik pada 4 Mei 2026, Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur mencatat lonjakan adaptasi digital yang luar biasa dari para pelanggannya.

​Budaya antre di kantor cabang kini mulai ditinggalkan, berganti dengan transaksi praktis melalui gawai di tangan masing-masing.

​Kepala Cabang Perumdam Sangatta Utara, Hevi Muhammad, mengungkapkan bahwa penurunan kunjungan fisik ke kantor bukan berarti penurunan aktivitas, melainkan keberhasilan migrasi sistem. Masyarakat dinilai kian cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk menghemat waktu.

​”Tingkat pemahaman pelanggan meningkat tajam. Saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa dan merasa lebih praktis melakukan pembayaran secara online,” ujar Hevi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026).

​Untuk memastikan transisi berjalan mulus, Perumdam TTB Kutim telah merangkul hampir seluruh ekosistem keuangan digital. Pelanggan kini memiliki kebebasan penuh memilih kanal pembayaran, mulai dari:

​Perbankan: Bankaltimtara, BRI (termasuk agen BRIlink), Mandiri, BCA, BNI, BSI, Danamon, dan Muamalat.

​Retail & E-commerce: Shopee, Tokopedia, Indomaret, Alfamidi, PT Pos Indonesia, hingga jaringan Fastpay.

​Terobosan paling signifikan terletak pada layanan pascabayar dan pengaduan. Bagi pelanggan yang mengalami penyegelan akibat tunggakan, kini tak perlu lagi repot datang ke kantor untuk melakukan pelaporan fisik setelah melunasi tagihan.

​Cukup dengan mengirimkan bukti bayar melalui nomor WhatsApp Call Center: 0811-591-515, sistem akan langsung merespons.

​”Begitu bukti diterima melalui WhatsApp, petugas lapangan akan langsung memproses pembukaan segel secara otomatis. Kami memangkas birokrasi agar layanan kembali normal secepat mungkin,” tegas Hevi.

​Sebagai langkah persiapan akhir, saat ini jam operasional loket fisik di kantor cabang dibatasi hanya sampai pukul 12.00 WITA. Kebijakan ini merupakan upaya stimulasi agar masyarakat sepenuhnya beralih ke ekosistem digital sebelum seluruh loket pembayaran manual resmi ditiadakan bulan depan.

​Digitalisasi ini diharapkan tidak hanya menyederhanakan pembayaran, tetapi juga memastikan distribusi air bersih ke rumah tangga tetap terjaga melalui manajemen data yang lebih akurat dan efisien.(Am)