banner 728x250 banner 728x250

Merger STIE Nusantara dan STIPER Kutim, Upaya Tingkatkan Efisiensi dan Kualitas Pendidikan

Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merencanakan penggabungan dua perguruan tinggi terkemuka, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur. Tujuannya, meningkatkan efisiensi dalam pembangunan pendidikan tinggi di daerah ini.

Pemerintah daerah (Pemda) Kutai Timur, di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman, telah merancang wacana penyatuan kedua kampus ini sebagai bagian dari upaya untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya dan dana dalam pembangunan perguruan tinggi di daerah ini.

Kedua kampus, STIE Nusantara dan STIPER Kutai Timur, telah memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di bidang ekonomi dan pertanian. Langkah untuk melebur kedua institusi ini menjadi universitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, “Kita rencanakan menyatukan STIE Nusantara dan STIPER untuk mengefisienkan pembangunan perguruan tinggi.”

Dia juga menekankan pentingnya kualitas pendidikan tinggi yang lebih baik dalam rangka menjawab tuntutan pasar kerja yang semakin kompleks.

STIE Nusantara dan STIPER Kutai Timur, keduanya merupakan lembaga pendidikan swasta yang selama ini mendapatkan dukungan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur. Dengan penyatuan yayasan pendidikan sekolah tinggi ini, diharapkan sumber daya akan lebih terfokus dan pembangunan akademik dapat dioptimalkan.

Proses penggabungan ini sendiri masih dalam tahap perencanaan dan proses administratif yang cermat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk dosen, staf, mahasiswa, serta masyarakat, dalam mengambil langkah-langkah yang tepat menuju transformasi menjadi universitas yang lebih unggul dan relevan.