banner 728x250 banner 728x250

Lima WBTB Kukar Didaftarkan ke Kemendikbudristek, Termasuk Kuliner dan Tarian

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendaftarkan lima warisan budaya tak benda (WBTB) ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Lima WBTB yang didaftarkan meliputi kuliner, tarian, dan kebudayaan lainnya yang memiliki sejarah dan nilai budaya.

“Warisan budaya tak benda itu apa saja boleh, entah itu tarian, kuliner yang menjadi adat budaya kita disini, tapi syaratnya harus ditulis sejarahnya ada dan jelas, kalau sudah bersertifikat tidak akan bisa diklaim orang lain lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrillian Noor, Kamis (16/11/2023).

Lima WBTB tersebut masih dalam tahap seleksi dan dokumentasi oleh Disdikbud Kukar. Pendaftaran ini merupakan kelanjutan dari tiga WBTB yang sudah mendapatkan sertifikat WBTB Indonesia 2023 dari Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

Tiga WBTB yang sudah bersertifikat adalah kesenian kuda gepang Muara Muntai, alat musik tradisional jatung utang suku Dayak Kenyah, dan upacara adat mecaq udat suku Dayak Kenyah.

Selain itu, Kukar juga memiliki 12 WBTB yang sudah bersertifikat sebelumnya, antara lain tasmiah, naik ayun, Erau, dan gasing Kutai.

“Seperti gasing seluruh Indonesia kan ada, tapi ada ciri khas gasing Kutai terbuat dari kayu banggeris. Kayu ini hanya tumbuh di Kalimantan Timur dan tidak ada di daerah lain,” papar Thauhid.

Dengan adanya sertifikat WBTB, diharapkan kekayaan budaya daerah yang menjadi hak-hak masyarakat dapat terlindungi dan dilestarikan. (Adv)