
SAMARINDA — Para atlet panjat tebing binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Timur tampil luar biasa dan sukses mendominasi ajang seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kalimantan Timur. Kompetisi yang berlangsung di Gelora Kadrie Oening, Samarinda pada Jumat, 3 Juli 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian bagi kontingen Kutai Timur yang sukses menyapu bersih podium tertinggi di berbagai nomor bergengsi.
Di kategori SMA sederajat, kedigdayaan Kutai Timur tidak terbendung, atlet andalan mereka, Ayu Cahaya Ramadhani dari SMAN 1 Sangatta Utara, sukses mengawinkan dua gelar juara sekaligus yaitu Juara 1 kategori Lead Putri dan Juara 1 kategori Speed Klasik Putri, keberhasilan gemilang ini juga diikuti oleh Matthew Alin Grifith dari SMAN 2 Sangatta Utara, yang menyabet Juara 1 di nomor Lead Putra serta Juara 1 Speed Klasik Putra.
Dominasi tersebut berlanjut pada tingkat SMP sederajat melalui penampilan memukau Dika Ramadhan, membawa nama SMPN 3 Sangatta Utara, Dika berhasil mengoleksi dua kemenangan tertinggi sebagai Juara 1 di nomor Lead Putra dan Juara 1 Speed Klasik Putra.
Sementara itu, persaingan sengit terjadi di nomor SMP Putri, Nur Afifah Zahra yang mewakili MTsN Kutai Timur harus puas menempati posisi runner-up dengan raihan Juara 2 di nomor Lead Putri dan Juara 2 Speed Klasik Putri setelah terlibat duel dramatis melawan rivalnya, Raha Natifa Ulinnuha asal Balikpapan, ”Persaingan di nomor SMP Putri sebenarnya sangat ketat, Nur Afifah sempat menguasai nomor speed dan berimbang di nomor lead, namun, di final lead terjadi kesalahan berupa menginjak hanger yang merupakan larangan, di nomor speed, ia juga menguasai jalur penentuan, namun sayangnya terjadi fall karena tidak sempat memukul tombol pencatat waktu di puncak. Ini menjadi evaluasi penting namun secara keseluruhan perkembangannya sangat signifikan,” ujar Fitriyadi, pelatih FPTI Kutai Timur yang hadir langsung di lapangan.
Sorotan Regulasi Nomor Tanding: Kutai Timur Siap di Segala Medan
Di balik kesuksesan besar ini, sorotan tajam datang dari regulasi nomor yang dipertandingkan, pasalnya, terdapat perbedaan mendasar antara kategori perlombaan di tingkat daerah dan aturan nasional.
”Sangat disayangkan sebenarnya nomor speed klasik ini tidak lagi dipertandingkan di O2SN tingkat Nasional, bahkan FPTI untuk ajang nasional sudah menyatakan tidak ada nomor ini, asumsi saya, ini merupakan inisiatif dari pihak penyelenggara daerah untuk mengganti nomor Speed World Record (WR) menjadi nomor speed klasik agar daerah-daerah lain dapat ikut berkompetisi pada nomor ini,” ungkap Jamal Alhadad setelah mengetahui detail nomor pertandingan O2SN Kalimantan Timur.
Meski begitu, Jamal menegaskan bahwa ketangguhan tim FPTI Kutai Timur tidak akan goyah oleh perubahan regulasi apa pun. Kutai Timur selalu siap bertarung dalam kondisi dan nomor tanding apa pun, berkat program pembinaan berkelanjutan yang matang.
”Tim FPTI Kutai Timur di nomor apa pun selalu siap. Sekalipun persiapannya mepet dua hari sebelum berangkat, kami siap, bahkan kalau nomor Speed WR yang dimainkan kami sudah bersiap jauh-jauh hari sebelum ajang ini diselenggarakan, apalagi pengenalan nomor Speed WR ini merupakan nomor unggulan Indonesia di kancah dunia.
Harapannya, hal ini dipersiapkan dengan matang bagi Kaltim, jadi kita bukan mengikuti standar yang di bawah, melainkan mengikuti dan bersaing ke atas agar bisa berkompetisi dengan mereka yang lebih berprestasi,” tambah Jamal Alhadad dengan optimis.
Dukungan Penuh Pengurus Menuju Nasional dan Porprov
Berkat torehan impresif ini, tiga atlet Kutai Timur dipastikan tengah bersiap untuk melangkah ke fase yang lebih tinggi, yaitu berlaga di ajang O2SN Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Cibubur pada bulan Agustus dan September mendatang.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.S.I., menyatakan rasa bangga dan dukungan penuhnya terhadap pencapaian ini, terlebih persiapan ini berjalan beriringan dengan pemusatan latihan menghadapi ajang multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser November 2026.
”Bagi FPTI Kutai Timur, beberapa bulan ke depan memang fokus kami terbagi dengan persiapan Porprov Kaltim VIII di Paser. Karena latihannya beriringan, atlet-atlet kami selalu dalam kondisi siap tempur untuk diberangkatkan kapan saja. Terkait O2SN, kami dari pengurus akan memberikan dukungan penuh, sembari menunggu pengumuman hasil resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur mengenai daftar resmi atlet yang akan mewakili provinsi di tingkat nasional,” tegas Aji Fahriza Hakim.
Meskipun masih menunggu surat keputusan resmi, FPTI Kutai Timur menginstruksikan kepada seluruh tim pelatih dan atlet untuk tidak mengendurkan intensitas latihan demi menjaga performa terbaik mereka di kancah nasional maupun daerah. (Redaksi Fpti Kutim)


