banner 728x250
Berita  

Status BLUD Belum Cukup Angkat Minat Nakes, Batu Ampar Tetap Kekurangan Dokter

Pelitapost.COM Kutai Timur – Meski Puskesmas Batu Timbau telah berdiri megah dengan fasilitas yang lebih representatif, Kecamatan Batu Ampar masih menghadapi kelangkaan tenaga kesehatan. Hingga kini, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut hanya ditopang seorang dokter yang harus merangkap seluruh tugas medis sekaligus administratif.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menegaskan persoalan kekurangan SDM kesehatan bukan hal baru. Pihaknya berkali-kali mengusulkan tambahan tenaga medis kepada Dinas Kesehatan, terutama dokter umum dan dokter gigi, namun kebutuhan itu belum juga terpenuhi.
“Idealnya itu paling tidak ada dua dokter dan satu dokter gigi,” tuturnya.

Perubahan status Puskesmas menjadi BLUD sebenarnya memberi peluang baru. Dengan fleksibilitas tersebut, manajemen dapat membuka rekrutmen mandiri untuk mengisi kekosongan tenaga kesehatan.
“Kabarnya mereka sudah bisa merekrut tenaga kesehatan lagi karena status BLUD itu,” kata Suriansyah.

Namun, persoalan lain kini muncul: minat tenaga kesehatan untuk bekerja di daerah yang dianggap jauh dan terpencil tergolong rendah. Selain bukan berstatus PNS, tawaran gaji untuk tenaga BLUD dinilai tidak selalu kompetitif.
“Pertanyaannya, apakah ada yang mau bekerja di daerah terpencil, bukan jadi pegawai negeri, dan dengan gaji yang ditawarkan,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Batu Ampar berharap langkah rekrutmen BLUD tetap menghasilkan tenaga medis yang kompeten. Sebab, Puskesmas Batu Ampar menjadi tumpuan layanan kesehatan untuk tujuh desa, sehingga kebutuhan dokter yang memadai bersifat mendesak. Suriansyah menilai perlu ada insentif tambahan, fasilitas pendukung, serta jaminan keamanan untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan agar bersedia mengabdi di wilayah tersebut. (adv/PostRJ)