banner 728x250
Berita  

Seni Tarsul Terancam Punah, Ardiansyah Minta Disdikbud Kutim Segera Ambil Tindakan

Pelitapost.COM SANGATTA – Kekhawatiran terhadap lenyapnya seni Tarsul, salah satu warisan budaya Melayu Kutai, mendorong Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman untuk memberi instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Instruksi tersebut disampaikan dalam penutupan Festival Magic Land 2025 di Polder Ilham Mualana, Minggu (16/11/2025), yang berlangsung meriah dengan berbagai sajian seni tradisional.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa seni Tarsul kini berada dalam kategori hampir punah, meski jejaknya masih terdengar di beberapa kesempatan. Ia menilai kondisi tersebut harus segera direspons dengan kebijakan pelestarian yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Masih ada satu seni khas Kutai yang hampir punah, yaitu seni Tarsul. Ini perlu segera diangkat kembali,” tegasnya. Ia meminta Disdikbud, khususnya Bidang Kebudayaan, merancang program pengembangan mulai dari festival tematik hingga ruang tampil bagi para penembang Tarsul yang masih aktif.

Bupati menambahkan, meski seni Tarsul tidak mudah dilagukan, ia tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Kutai. Karena itu, pelestarian bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga perlu didukung komunitas seni dan masyarakat luas.

Ia juga mengaitkan urgensi pelestarian budaya dengan sejarah panjang Kutai, mulai dari keberadaan Kerajaan Kutai hingga bukti peradaban manusia purba di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat. Menurutnya, daerah dengan sejarah besar harus mampu menjaga identitas budayanya.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, dalam kesempatan terpisah mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pelestarian melalui berbagai lomba dan kegiatan seni di Festival Magic Land. Selain itu, Disdikbud juga menyiapkan sejumlah agenda budaya besar seperti Pameran Budaya Sejarah Islam dan Festival Pesona Budaya sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kebudayaan daerah. (adv/PostRJ)