banner 728x250
Berita  

Insiden Kebakaran Muara Bengkal Tegaskan Perlunya TRC Multisektor di Seluruh Kecamatan Kutim

Pelitapost.COM Kutai Timur – Peristiwa kebakaran yang melanda Muara Bengkal baru-baru ini membuka kembali diskusi mengenai lambatnya respons penanganan bencana di daerah terpencil. Kondisi tersebut membuat BPBD Kutai Timur semakin menegaskan bahwa pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor di tingkat kecamatan bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

Muhammad Naim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, menjelaskan bahwa respons dari tim kabupaten kerap terkendala faktor jarak.
“Bayangkan saja jauhnya Sangatta ke Muara Bengkal. Kalau mengandalkan kabupaten, kita pasti lambat,” katanya.

Menurut Naim, kejadian yang berlangsung pada malam hari membuat tim kabupaten tidak bisa langsung diberangkatkan. Situasi ini, katanya, menjadi alasan kuat mengapa kecamatan harus memiliki tim TRC sendiri yang dapat bergerak lebih cepat. Tim lokal inilah yang nantinya bertugas mengidentifikasi situasi awal, melakukan asesmen sederhana, hingga menentukan tindakan darurat sebelum bantuan lebih besar tiba.

Ia menekankan bahwa BPBD telah berupaya mendorong pelatihan dan pembentukan TRC di seluruh kecamatan.
“Harapan kami, semua kecamatan bisa menjalani pelatihan. Sudah kami sampaikan sebelumnya,” ujar Naim.

Untuk memastikan rencana pembentukan TRC berjalan optimal, BPBD Kutim akan mengadakan pertemuan lanjutan pada tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, BPBD berencana menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar para camat mendapatkan pemahaman langsung mengenai struktur dan mekanisme operasional TRC Multisektor.

BPBD Kutim menegaskan bahwa model penanganan bencana yang mandiri di tingkat kecamatan akan menjadi langkah strategis untuk mengatasi hambatan jarak dan waktu. Dengan begitu, kejadian seperti di Muara Bengkal tidak lagi membuat warga menunggu lama sebelum mendapat penanganan awal yang semestinya. (adv/PostRJ)