banner 728x250
Kukar  

GASBD 2023, Upaya Kukar Lestarikan Budaya Lokal Jelang Pemindahan IKN

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar Gelar Apresiasi Seni Budaya Daerah (GASBD) tahun 2023 di 20 kecamatan. Kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian, pengembangan, dan promosi seni dan budaya tradisi lokal di tengah rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Rencananya, GASBD 2023 akan digelar mulai bulan Desember 2023 hingga Januari 2024. Rapat persiapan GASBD 2023 telah dilaksanakan di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar, Selasa (7/11/2023).

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Kebudayaan H. Puji Utomo didampingi Sub Koordinator Pembinaan Sejarah Lokal dan Pelestarian Budaya Daerah M. Agus Syarifudin, dan Event Organizer (EO) Kukar Fajri Toys. Rapat juga dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setkab Kukar Ismed dan para Camat se Kabupaten Kukar.

Menurut Agus, GASBD 2023 memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah sebagai upaya untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan seni dan budaya tradisi lokal agar dapat bertahan dengan baik dalam menyongsong IKN.

Selain itu, GASBD 2023 juga bertujuan untuk memberikan ruang bagi kelompok seni dan budaya kecamatan dalam mengekspresikan seni dan budayanya, meningkatkan kepedulian masyarakat kecamatan dalam melestarikan seni budaya dan tradisi lokal setempat, memberikan kesempatan kepada masyarakat di kecamatan khususnya pelaku UKM yang akan memanfaatkan bazar di acara ini, dan memberikan motivasi kepada masyarakat dalam memajukan wilayanya masing-masing.

Agus menjelaskan bahwa jadwal GASBD 2023 masih tentatif karena ada beberapa kegiatan yang bertabrakan dengan GASBD 2023, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten di Kecamatan Kota Bangun Darat dan peringatan hari Pahlawan di Kecamatan Muara Kaman.

“Kita masih memadukan dengan jadwal di beberapa kecamatan. Karena jadwal yang ditetapkan oleh Disdikbud ternyata bertabrakan dengan kegiatan MTQ tingkat Kabupaten di Kecamatan Kota Bangun Darat serta peringatan hari Pahlawan di Kecamatan Muara Kaman yang tidak bisa kita hindari dan mau tidak mau harus kita geser,” ucapnya.

Untuk anggaran, Agus mengatakan bahwa ada empat kecamatan yang diberi anggaran besar, yaitu Tenggarong, Sebulu, Kota Bangun, dan Tenggarong Seberang. Keempat kecamatan ini diberi anggaran besar karena posisi jumlah penduduk yang banyak serta berada di tengah kota. Anggarannya sekitar Rp 200 juta. Sedangkan untuk kecamatan yang lain sama semua anggarannya.

GASBD 2023 akan diselenggarakan oleh EO Kukar Fajri Toys yang telah membagi empat grup untuk menangani kegiatan di 20 kecamatan. Grup 1 ada di kecamatan Muara Wis, Tabang, Kenohan, dan Samboja Barat. Grup 2 di Muara Muntai, Kembang Janggut, Muara Kaman, Sebulu, dan Muara Jawa. Grup 3 ada Kota bangun Darat, Kota Bangun, Tenggarong seberang, Sangasanga, dan samboja. Kemudian Grup 4 ada di Tenggarong, Loa Kulu, dan Loa Janan. (Adv)