
Sangatta – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur Tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar rangkaian latihan bersama (sparing) dan studi tiru ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Program peningkatan kualitas atlet tersebut dilaksanakan selama beberapa hari dan melibatkan atlet-atlet terbaik Kutai Timur yang diproyeksikan memperkuat tim Porprov. Rombongan FPTI Kutai Timur dipimpin Ketua Harian Ismail, S.E., M.M., bersama jajaran pelatih dan official sebagai bagian dari penguatan pembinaan jangka menengah.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 17 dengan latihan bersama atlet Pengprov FPTI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sparing ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus menambah jam tanding atlet Kutai Timur dengan atlet berpengalaman yang telah terbiasa berlaga di level nasional.
Pada 18, tim melanjutkan latihan di tebing alam Nganggerang. Sesi ini difokuskan pada adaptasi jalur alami, guna membekali atlet menghadapi karakter lintasan yang berbeda dari papan panjat buatan. Di hari yang sama, rombongan juga melakukan latihan di FPTI Sleman, yang dikenal sebagai juara umum Porprov DIY 2025, sekaligus menjadi referensi sistem pembinaan atlet berprestasi.
Agenda berlanjut pada 19 dengan latihan di Unggul Sport Center. Selain penguatan teknik, atlet mendapatkan pembekalan mental terkait pengelolaan emosi dan ego saat observasi jalur sebelum pemanjatan. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Abudzar Yulianto, peraih medali emas World Record Tim Putra Asian Games 2018 sekaligus Route Setter PP FPTI berlisensi C1.
Puncak kegiatan berlangsung pada 22–23 melalui latihan bersama dan studi tiru di FPTI Jawa Timur. Provinsi ini dipilih karena konsistensinya sebagai kekuatan utama panjat tebing nasional, baik di ajang Kejurnas, PON, hingga SEA Games. Bahkan pada SEA Games terakhir, medali emas nomor lead putri berhasil dipersembahkan oleh atlet asal Jawa Timur.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan awal menuju pelaksanaan Training Centre (TC) Porprov yang direncanakan dimulai awal tahun 2026.
“Program ini menjadi fondasi pembentukan tim Porprov. Harapannya, hasil dari sparing dan studi tiru ini mampu meningkatkan kualitas atlet dan menjaga ambisi FPTI Kutai Timur untuk tampil kompetitif, bahkan mempertahankan target juara umum pada Porprov Kaltim 2026 di Kabupaten Paser,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian FPTI Kutai Timur, Ismail, menambahkan bahwa skuad Porprov nantinya akan ditangani pelatih berlisensi nasional Level 2, yakni Fitriyadi dan Jamal Al Hadad. Komposisi tim juga telah diproyeksikan dengan kekuatan penuh, terdiri dari delapan atlet putra dan tujuh atlet putri.
“Dengan dukungan pelatih berpengalaman serta pola pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, kami optimistis atlet panjat tebing Kutai Timur mampu bersaing dan kembali menorehkan prestasi terbaik di Porprov mendatang,” pungkas Ismail.(*)







