banner 728x250
Berita  

Ardiansyah Ajak Warga Kenali Akar Sejarah Kutim dari Kudungga hingga Sangkulirang

Pelitapost.COM SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejarah panjang daerah ini, mulai dari jejak Kerajaan Kutai hingga peninggalan manusia prasejarah di Karst Sangkulirang Mangkalihat. Ajakan itu ia sampaikan saat menutup Festival Magic Land pada Minggu (16/11/2025) di Polder Ilham Maulana.

Ardiansyah menegaskan bahwa kekayaan Kutim tidak hanya terletak pada potensi kekinian, melainkan juga pada warisan peradaban masa lampau yang masih terus diungkap. Ia menyinggung pelajaran sejarah di sekolah dasar tentang Kudungga sebagai pendiri kerajaan tertua di Nusantara, dan menekankan bahwa jejak sejarah tersebut juga hadir di Kutai Timur.

“Yakinlah bahwa alur sejarah kerajaan tertua itu juga berada di Kutim,” tegasnya.

Bupati menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah diperintahkan untuk terus menggali berbagai temuan arkeologis. Sejumlah artefak hasil penelusuran kini tersimpan di sekitar Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, menjadi bahan kajian penting bagi pengembangan pengetahuan sejarah di wilayah tersebut.

Tidak hanya itu, Ardiansyah menyoroti temuan penting dari Karst Sangkulirang Mangkalihat. Indikasi keberadaan manusia yang hidup pada 10.000 tahun sebelum masehi menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai prasejarah yang sangat tinggi. Menurutnya, bukti tersebut menandakan adanya budaya yang berkembang jauh sebelum munculnya peradaban kerajaan.

“Ini tantangan bagi kita untuk terus menggali dan memperkenalkan kekayaan sejarah ini,” ujarnya.

Ardiansyah menyebut bahwa nilai historis tersebut sejalan dengan konsep “Magic Land” yang ingin diperkuat pemerintah daerah. Selain festival ini, berbagai agenda seperti Pameran Budaya Sejarah Islam juga disiapkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai akar budaya Kutim.

Dengan pengenalan yang tepat, ia berharap kekayaan sejarah ini dapat menjadi modal identitas sekaligus nilai tambah bagi masyarakat. (adv/PostRJ)