TENGGARONG – Musik Tingkilan merupakan salah satu seni tradisi Kutai yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Namun, seni tradisi ini terancam punah jika tidak dilestarikan dan dilindungi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan workshop musik Tingkilan untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah tersebut.
Workshop ini merupakan yang kedua kalinya di tahun ini, setelah sebelumnya diselenggarakan pada bulan Juni lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bermusik kreasi para pelajar, khususnya di jenjang SMP, yang selama ini belum bisa berprestasi di tingkat provinsi.
Workshop ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 20-21 November 2023, di Gedung Serbaguna Disdikbud Kukar. Peserta workshop berjumlah delapan SMP dari tiga kecamatan, yaitu Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang. Mereka mendapat bimbingan dari tiga narasumber yang merupakan anggota dari kelompok musik Tingkilan terkenal di Kukar, yaitu Topa Tenggarong, Olah Gubang Tenggarong, dan Cahaya Mahakam Tenggarong.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Hutomo, SH, yang mewakili Kepala Dinas, mengatakan bahwa workshop ini diadakan agar generasi muda, khususnya para pelajar, bisa paham, menguasai, dan mahir dalam memainkan musik Tingkilan. Dengan demikian, seni tradisi Kutai bisa terhindar dari kepunahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Hutomo. (ADV)













