banner 728x250
Kukar  

Disdikbud Kukar Terus Ajak Warga Sekolah Paket demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

TENGGARONG – Banyak warga miskin di Kutai Kartanegara (Kukar) yang tidak tertarik untuk sekolah paket. Padahal, program ini merupakan salah satu upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Sekolah paket adalah program pendidikan nonformal yang setara dengan jenjang pendidikan formal, yaitu paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA. Program ini ditujukan untuk mereka yang tidak bisa atau tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.

Kepala Bidang Paud dan PNFI Disdikbud Kukar, Pujianto, mengungkapkan bahwa verifikasi data kemiskinan di bidang pendidikan sangat sulit dilakukan. Sebab, banyak warga miskin yang tidak mau sekolah dan malah kabur saat tim Disdikbud datang ke rumah mereka.

“Kalau bidang lain enak, dari dinas sosial memberi bantuan bansos, perkim datang mau bedah rumah, ketahanan pangan kasih bahan pangan. Kalau pendidikan datang-datang suruh sekolah, orang pada tidak mau, pada lari semua,” kata Pujianto, Rabu (8/11/2023).

Pujianto mengatakan bahwa timnya sudah berupaya maksimal untuk menjelaskan manfaat dan pentingnya pendidikan kepada warga miskin. Namun, hasilnya masih kurang memuaskan dan banyak yang menolak.

“Banyak yang bilang untuk apa sekolah, mereka sudah cukup bisa makan. Padahal kita ajak mereka sekolah ke paket, tidak seperti sekolah formal,” ujarnya.

Menurut Pujianto, verifikasi data kemiskinan di bidang pendidikan melibatkan dua pihak, yaitu lembaga dan desa. Lembaga yang dimaksud adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang bertugas mengajarkan warga tentang pola pembelajaran paket A, B, dan C. Sedangkan desa bertugas menunjukkan lokasi warga miskin.

“Masalahnya, yang dari desa tidak tahu paket A, B, dan C. Jadi, kita harus menjelaskan dulu ke mereka. Selain itu, banyak juga kendala di lapangan, seperti orang tidak ada di rumah, orang ke kebun, kebunnya jauh, dan sebagainya,” ucapnya.

Pujianto berharap, verifikasi data kemiskinan di bidang pendidikan bisa lancar dan tepat sasaran. Dia juga meminta semua pihak, termasuk teman-teman desa, untuk ikut mengajak warga miskin bersekolah.

“Kita juga sedang bikin strategi baru lagi untuk 2024 mendatang, dan langkah apa yang bisa kita ambil. Karena kita ingin naikin kualitas pendidikan di Kukar, khususnya bagi warga miskin,” tutupnya.(Adv)