
SANGATTA – Kontingen tenis meja Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan performa impresif dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Tampil sebagai tuan rumah, tim Kutim sukses mengoleksi lima medali, terdiri atas dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Seluruh pertandingan cabang olahraga (cabor) tenis meja yang berlangsung di Gedung Beladiri Kompleks GOR Kudungga resmi berakhir pada Selasa (3/11/2026) sore. Capaian tersebut menjadi hasil positif bagi kontingen Kutim sekaligus menegaskan daya saing atlet tuan rumah di tengah persaingan antarkabupaten/kota se-Kaltim.
Dua medali emas Kutim masing-masing dipersembahkan pasangan ganda putra veteran kategori usia akumulasi 90 tahun, Ahmad Muzakir dan Bambang Ariandi, serta pasangan ganda putri kategori prestasi, Rasma dan Tiara Pakhira. Kedua pasangan tersebut mampu menunjukkan permainan konsisten dan melewati persaingan ketat hingga memastikan posisi tertinggi.
Sementara itu, dua medali perak diraih pasangan ganda putri prestasi Feni Handayani dan Rosmawati, serta pasangan ganda putri veteran Nova dan Rasma. Adapun satu medali perunggu tambahan diperoleh dari nomor ganda putra kategori prestasi.
Ofisial tim tenis meja Kutim, Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang maksimal selama kompetisi. Ia menilai capaian lima medali tersebut merupakan hasil dari persiapan, kedisiplinan, serta kekompakan tim.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para atlet, tetapi juga bagi kontingen Kutai Timur yang berlaga di hadapan publik sendiri.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Perolehan dua emas, dua perak, dan satu perunggu merupakan buah dari kerja keras, semangat juang, serta kekompakan seluruh atlet selama pertandingan,” ujar Mulyadi.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet Kutim untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan semangat kompetitif dalam berbagai kejuaraan mendatang.
Porprov Korpri IV Kaltim 2026 menjadi ajang penting bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menunjukkan kemampuan olahraga sekaligus memperkuat hubungan dan solidaritas antardaerah. Keberhasilan cabang tenis meja ini diharapkan turut memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian kontingen Kutai Timur pada cabang olahraga lainnya.










