banner 728x250
Berita  

Lahir Dengan Motto JAHAP, Sosok Muda Hebat dari Kota Santri Lintas Sektoral

Mengenal Sosok Cendekiawan Muda Hebat dari Kota Santri Lintas Sektoral
Dr. Ismail Rahmat, M.Pd., Gr
Motto: JAHAP – Jurnalis, Agamis, Humoris, Akademis, Politis
Dari sebuah kota yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, lahir sosok cendekiawan muda yang tak hanya menguasai satu ruang pengabdian, tetapi mampu menembus berbagai sektor kehidupan sosial, keilmuan, dan kebangsaan. Dialah Dr. Ismail Rahmat, M.Pd., Gr, figur muda yang tumbuh dengan perpaduan nilai religius, intelektualitas, dan keberanian berpikir kritis.
Dr. Ismail Rahmat bukan sekadar akademisi dengan gelar panjang di belakang namanya. Ia adalah potret generasi muda yang menjadikan ilmu sebagai alat pengabdian, bukan sekadar prestise. Latar belakangnya yang kuat dalam dunia pendidikan, jurnalistik, dan sosial-politik menjadikannya pribadi yang lentur menghadapi perubahan zaman, namun tetap kokoh memegang nilai.
JAHAP: Identitas Nilai dan Jalan Hidup
Motto JAHAP bukan hanya rangkaian kata, melainkan representasi karakter dan prinsip hidup yang menyatu dalam setiap langkah Dr. Ismail Rahmat.
Jurnalis
Sebagai jurnalis, ia meyakini bahwa pena adalah senjata peradaban. Informasi harus disampaikan dengan integritas, keberimbangan, dan keberpihakan pada kebenaran. Melalui tulisan dan gagasan, ia hadir sebagai penyambung aspirasi masyarakat sekaligus pengingat nurani publik.
Agamis
Nilai keagamaan menjadi fondasi utama dalam berpikir dan bertindak. Keilmuan yang dimilikinya tidak menjauhkan diri dari spiritualitas, justru memperkuat kesadaran bahwa ilmu tanpa iman akan kehilangan arah. Sikap agamisnya tercermin dalam keteladanan, bukan sekadar simbol.
Humoris
Di tengah keseriusan dunia akademik dan dinamika sosial-politik, Dr. Ismail Rahmat dikenal sebagai pribadi yang humanis dan penuh humor. Baginya, humor adalah jembatan empati, cara cerdas merawat kebersamaan, dan sarana menurunkan ketegangan dalam diskursus yang keras.
Akademis
Sebagai doktor dan pendidik profesional, ia menjadikan kampus dan ruang belajar sebagai ladang pengabdian. Pemikirannya kritis, sistematis, dan kontekstual. Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk karakter dan kesadaran sosial generasi penerus bangsa.
Politis
Politik baginya bukan sekadar kekuasaan, melainkan seni mengabdi dan memperjuangkan kemaslahatan. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat, ia memandang politik sebagai ruang strategis untuk menyuarakan keadilan, etika, dan kepentingan rakyat secara beradab.
Cendekiawan Muda Lintas Sektoral
Keistimewaan Dr. Ismail Rahmat terletak pada kemampuannya menjembatani berbagai dunia: pesantren dan kampus, media dan masyarakat, agama dan negara. Ia hadir sebagai cendekiawan muda lintas sektoral yang mampu berdialog dengan siapa pun tanpa kehilangan jati diri.
Di tengah krisis keteladanan dan derasnya arus pragmatisme, sosok seperti Dr. Ismail Rahmat menjadi oase. Ia membuktikan bahwa generasi muda dapat religius tanpa eksklusif, kritis tanpa arogan, dan politis tanpa kehilangan etika.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah hidup dan perjalanan intelektual Dr. Ismail Rahmat adalah inspirasi bahwa anak muda dari kota santri pun mampu memberi warna di tingkat lokal hingga nasional. Dengan ilmu, akhlak, dan keberanian berpikir, setiap generasi memiliki peluang menjadi agen perubahan.
Sebagaimana motto JAHAP yang ia pegang, Dr. Ismail Rahmat mengajarkan bahwa kehebatan sejati bukan terletak pada seberapa tinggi jabatan, tetapi seberapa luas manfaat yang mampu kita hadirkan bagi umat, bangsa, dan peradaban. (Arn)