banner 728x250
Berita  

Manajemen Lemah Buat Banyak Koperasi di Sangatta Utara Masuk Zona Rentan

Pelitapost.COM SANGATTA — Meskipun memiliki jumlah koperasi paling banyak di Kutai Timur (Kutim), Sangatta Utara masih bergulat dengan persoalan klasik dalam pengelolaan koperasi. Lemahnya administrasi menjadi penyebab utama sejumlah koperasi masuk kategori tidak sehat dan kesulitan mempertahankan aktivitas usaha.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menyebut penilaian “tidak sehat” tidak bisa disamaratakan untuk seluruh koperasi. Namun, ia mengakui ada pola umum yang sering muncul, khususnya terkait manajemen internal.

“Masalah utamanya administrasi. Banyak yang tidak mencatat arus keuangan, tidak mengatur modal, sehingga koperasi tidak mampu tumbuh,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagian koperasi hanya tampak aktif pada saat menerima bantuan atau setelah mengikuti pelatihan. Namun aktivitas tersebut tidak berlanjut karena tidak didukung perencanaan usaha yang matang.

“Alat dan pelatihan bukan segalanya. Tanpa kemauan mengembangkan usaha, koperasi sulit bertahan,” ungkapnya.

Dari pengalamannya membina PKK dan UP2K, Hasdiah melihat hanya sedikit pelaku yang benar-benar menerapkan strategi usaha secara berkelanjutan. Salah satu contoh keberhasilan adalah sektor olahan amplang yang menunjukkan progres karena pembinaan dilakukan secara rutin.

Ia menekankan tiga kunci utama yang harus diperkuat koperasi: administrasi yang tertib, kualitas pengemasan produk, dan strategi pemasaran yang menyesuaikan pasar. Ketiganya saling terkait dan menjadi fondasi agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Hasdiah berharap instansi teknis memberikan pendampingan lebih berkesinambungan. Tidak cukup hanya memberikan bantuan alat dan pelatihan tanpa monitoring lanjutan.

“Potensi kita besar. Koperasi bisa maju kalau pengurus konsisten, terutama dalam mencatat dan mengelola usaha,” ujarnya. (adv/PostRJ)