Pelitapost.COM Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui BPBD terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu langkah strategis yang kini berjalan adalah pembangunan enam posko Karhutla yang dibiayai Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) dari Kementerian Kehutanan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menyampaikan bahwa program pembangunan posko ini bukan hal baru. Sejak 2019, pihaknya telah memulai pembangunan secara bertahap hingga tuntas pada 2024. “Dari 2019 sampai 2024 kita dapat DBHDR, dan itu yang kita gunakan untuk mendirikan posko per zona,” jelasnya.
Penentuan lokasi posko dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan lapangan. Enam titik yang telah dibangun berada di Sangkulirang, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Wahau–Kombeng–Telen, Teluk Pandan, serta satu area lain dengan potensi Karhutla yang dinilai tinggi. Karena anggaran terbatas, pembangunan dilakukan per zona agar tetap dapat menjangkau beberapa kecamatan sekaligus.
Tak hanya bangunan fisik, BPBD turut melengkapi posko dengan sarana pendukung seperti peralatan manual pemadaman, suplai air, motor patroli, hingga mobil single cabin di kecamatan tertentu. Penguatan fasilitas ini diharapkan membuat respons petugas lebih cepat ketika terjadi titik api.
“Kita sudah melengkapi peralatan manual dan water supply untuk mendukung operasional posko,” kata Naim menegaskan.
Ia berharap posko yang telah dibangun bisa difungsikan secara optimal oleh kecamatan dan menjadi simpul koordinasi antara PMK, BPBD, dan relawan. Menurutnya, sinergi antarinstansi merupakan kunci keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Kalau kecamatan belum punya gedung, mereka bisa bergabung. Yang terpenting koordinasi tetap kuat,” pungkasnya.Bottom of Form (adv/PostRJ)






