banner 728x250
Berita  

Musim Penghujan Redam Karhutla, BPBD Kutim Alihkan Fokus ke Ancaman Banjir

Pelitapost.COM Kutai Timur – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat bahwa kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berada pada level yang sangat rendah. Situasi ini membawa kabar baik bagi masyarakat karena insiden kebakaran yang sebelumnya sempat meningkat kini dapat dikendalikan sepenuhnya.

Muhammad Naim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, menjelaskan bahwa laporan Karhutla dalam beberapa bulan terakhir hampir tidak ada. Ia mengungkapkan bahwa kejadian terbesar yang masuk ke BPBD hanya terjadi di Bengalon, dengan luas sekitar 3 hingga 4 hektare.

“Laporan yang masuk itu sedikit sekali. Yang terakhir besar itu di Bengalon, sekitar 3 sampai 4 hektar beberapa bulan lalu,” tutur Naim.

Disebutkannya, minimnya insiden Karhutla tidak lepas dari pengaruh musim penghujan yang mulai merata di seluruh kecamatan. Kondisi tanah dan vegetasi yang lembap membuat potensi penyebaran api menurun drastis, sehingga kejadian kecil pun dapat diatasi oleh tim kecamatan atau masyarakat.

Walau demikian, BPBD tetap menempatkan personel untuk memantau perkembangan potensi kebakaran di seluruh wilayah. Setiap kecamatan berada dalam jalur pemantauan melalui sistem pembagian tim yang telah disiapkan secara berkelanjutan.

Dengan beralihnya kondisi cuaca, BPBD Kutim kini mengarahkan perhatian pada potensi banjir yang menjadi ancaman utama di musim basah. Berdasarkan kajian risiko, dua bencana yang paling dominan di Kutim adalah Karhutla saat kemarau dan banjir saat musim hujan.

Karena itu, meski wilayah kini terbebas dari ancaman Karhutla, BPBD tetap mengimbau masyarakat mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik rawan. Kesiapsiagaan, tegas Naim, tetap menjadi prioritas utama lembaganya. (adv/PostRJ)