Pelitapost.COM Sangatta – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa sebagai langkah strategis mempersiapkan generasi muda yang unggul. Pembinaan diarahkan pada penguatan karakter, kompetensi, serta pembiasaan terhadap aktivitas yang positif dan bebas dari perilaku merusak.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menuturkan bahwa lembaganya didorong sepenuhnya oleh dukungan kepala daerah. Hal tersebut, katanya, menjadi modal penting bagi Dispora dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan pemuda secara nyata.
“Dispora bukan hanya memfasilitasi kegiatan. Kami membimbing dan mengarahkan agar pemuda Kutim menjadi generasi yang sehat, kreatif, dan produktif,” ujar Basuki.
Salah satu program yang menunjukkan keseriusan itu ialah Olimpiade Olahraga Mahasiswa yang diselenggarakan pada 11 Oktober 2024. Ajang tersebut mempertemukan tiga perguruan tinggi di Kutim—STIPER, STAIS, dan STIE Nusantara—dengan tujuan membangun kedekatan antarmahasiswa serta menumbuhkan budaya berkompetisi secara sehat.
Tidak berhenti di olahraga, Dispora juga sedang merancang pembinaan yang lebih luas. Mulai dari workshop minat bakat, pelatihan soft skill dan digital, hingga program kepemimpinan dan kewirausahaan dirumuskan untuk memperkuat kapasitas pemuda Kutim.
“Pembinaan pemuda harus didukung lintas dinas. Kami berharap instansi lain turut membantu dalam hal permodalan bagi pemuda yang ingin memulai usaha,” tambah Basuki.
Ia mengingatkan pentingnya menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan pemuda. “Tidak boleh ada narkoba, judi online, ataupun balap liar. Manfaatkan waktu untuk kegiatan positif,” tegasnya.
Dispora menempatkan pelajar SMA dan mahasiswa sebagai kelompok pembinaan prioritas karena fase ini dianggap menentukan pembentukan karakter. Dengan program yang berkelanjutan, pemerintah berharap tumbuh generasi Kutim yang inovatif, mandiri, dan siap menghadapi persaingan global. (PostRJ)






