banner 728x250 banner 728x250

Turut Meriahkan HUT PALI, Bupati Pali Beri Apresiasi PWI PALI

PALI- Agung Dirga Kusuma, guru SMA Negeri 2 Unggulan dan Selpi Saputri, pelajar SMA Negeri 2 Unggulan menjadi juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten PALI dari kategori masing-masing umum dan pelajar.

Agung Dirga berhasil menjadi juara pertama dengan karya tulis ilmiah yang berjudul Satu Dekade Membangun Pendidikan PALI Wujudkan PALI Cemerlang Dan Harapan PALI Kedepan untuk kategori umum.

Sementara Selpi Saputri menjadi juara pertama dengan karya tulis ilmiah berjudul Edu-Shaming Sebagai perwujudan PALI Cemerlang Sumsel Gemilang Dengan Budaya Bebas Body Shaming di Sekolah.

Hal itu diketahui saat pengumuman pemenang yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten PALI yang dirangkai dalam kegiatan Buka Puasa Bersama Wartawan se-kabupaten PALI dengan Bupati PALI, DR. Ir. H. Heri Amalindo, MM, Sabtu (15/04/23).

Namun dalam kesempatan itu, Bupati PALI diwakili oleh Asisten 3 Setda kabupaten PALI, Haryono, SH serta dihadiri oleh Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten PALI, Khairiman sekaligus salah satu dewan juri pada LKTI PWI Kabupaten PALI, serta turut dihadiri sejumlah ketua organisasi pers yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Kemudian untuk juara kedua dan ketiga kategori umum diraih oleh masing-masing yakni Erwin Saputra dan Werdo Sujatmiko.

Sementara untuk kategori pelajar, juara kedua dan ketiga diraih oleh diantaranya Rezacky Andrean dan Sartika.

Ketua PWI Kabupaten PALI, M. Anasrul Dwi N dalam keterangannya mengungkapkan bahwa pihaknya menggelar LKTI dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten PALI ke-10 Tahun, dengan mengusung tema Satu Dekade Membangun PALI, Wujudkan PALI Cemerlang Sumsel Gemilang.

Dari data yang masuk ke panitia, Lanjut Anas ada 22 peserta yang mengirimkan naskah tulisan karya tulis ilmiah.

Dimana 22 peserta tersebut, 11 diantaranya merupakan peserta kategori pelajar dan 11 lagi sisanya merupakan kategori umum.

Selain menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah, PWI Kabupaten PALI juga turut menggelar bakti sosial ke Rumah Asuh yang ada di Lingkungan Sumberjo, Kelurahan Talang Ubi Utara serta Buka Puasa Bersama dirangkai dengan ceramah agama oleh Ustadz Adi Wijaya.

“Rangkaian kegiatan tersebut Alhamdulillah telah dilaksanakan dengan baik. Dan tentunya program ini akan terus berlanjut di tahun mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa digelarnya LKTI agar meningkatkan kualitas SDM yang ada di kabupaten PALI lewat karya tulis. Karena kata Anas, penulis akan selalu dikenang sepanjang masa lewat karya tulisannya.

“InsyaAllah kami akan konsen untuk terus mengajak generasi muda di kabupaten PALI gemar menulis, lewat program atau kegiatan seperti ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua KNPI PALI itu juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati PALI, H. Heri Amalindo yang telah mendukung dan mensuport kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan ini didukung oleh Bupati PALI, kemudian Pertamina Pendopo, dan PT Medco E&P. Untuk itu, atas nama organisasi saya ucapkan terimakasih daun keladi, kalau ada kegiatan kembali, mohon tetap dibantu lagi,” pungkasnya seraya menutup sambutan.

Sementara itu, Asisten 3 Setda PALI, Haryono mengapresiasi atas kegiatan yang digelar oleh PWI kabupaten PALI.

Bahkan Ia juga sangat bangga, atas partisipasi PWI Kabupaten PALI yang turut menggelar kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten PALI ke-10 tahun.

“Semoga apa yang dilakukan oleh PWI kabupaten PALI bernilai Ibadah di mata Allah SWT. Tentunya mewakili Pemkab PALI, kami berharap kegiatan positif seperti ini akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Khairiman mengaku sangat bangga atas karya tulis para peserta, terlebih para peserta dari kategori pelajar.

Ia menjabarkan bahwa naskah tulisan peserta kategori pelajar lebih rapi dan tersusun sistematis dengan disertai hasil observasi yang lengkap.

“Hal ini tentu menjadi awal yang baik untuk para pelajar agar terus mengasah kemampuannya dalam menulis ilmiah. Karena menulis, tidak akan pernah mati lewat karya-karyanya. Tetap semangat bagi yang belum berhasil, semoga di kegiatan yang akan datang bisa menjadi pemenang,” tutupnya. (Reza/Pali)