banner 728x250 banner 728x250

Terkait Penataan dan Penertiban Kembali Pasar Inpres Pendopo,Tim Besar Lakukan Sosialisasi Kepada Para Pedagang Kaki Lima/Emperan

PALI- Hari ini, Sabtu (18/03/23), Tim Besar Penataan dan Penertiban Pasar Inpres Pendopo Talang Ubi yang dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten PALI Brisvo Diansyah, ST. MM turun langsung kelapangan guna mensosialisasikan terkait penataan dan penertiban kembali Pasar Inpres Pendopo terkhusus para pedagang yang berjualan dibadan jalan atau bahu jalan.

Kepada Awak Media usai melakukan sosialisasi, Brisvo Diansyah Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pali didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bakrin, SPd. MPd dan Kepala Pasar Inpres Pendopo mengungkapkan,” Pagi ini kita melakukan sosialisasi langsung, Berdiskusi dengan para pedagang kaki lima khususnya terkait penataan dan penertiban pedagang Kaki Lima diseputaran Pasar Inpres Pendopo Talang Ubi,”ungkap Brisvo.

“Didukung oleh seluruh elemen Kabupaten Pali, TNI, Polri dan perangkat daerah terkait serta turut didampingi oleh Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Inpres,”lanjut Brisvo.

Lanjut Brisvo,”Secara umum pedagang atau Saudara-saudara kita sudah memahami bahwa seyogyanya badan jalan atau baju jalan tidak boleh digunakan untuk berjualan. Secara umum mereka kooperatif, Mereka mau bekerja sama terkait program pemerintah daerah (Pali) khususnya demi kelancaran lalu- lintas yang ada diseputaran Pasar Inpres Pendopo dalam rangka menyongsong bulan suci ramadhan,”lanjutnya.

“Kami tegaskan bahwa realisasi penertiban bersama Tim besar akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2023. Dan perlu kami sampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya keinginan pemerintah (Pemda PALI;red) dan legislatif, Tapi ini keinginan seluruh komponen masyarakat dan asosiasi pedagang Pasar Inpres,”tegas Brisvo.

“Jadi solusi yang kami tawarkan kepada pedagang Kaki Lima yang memakai badan jalan atau Bahu Jalan, Yaitu Pasar Pagi atau Pasar Subuh yang kami tetapkan yakni dari Jam 04.00 Wib sampai jam 07.00 Wib, Maksimal jam setengah delapan pagi,”jelas Brisvo lagi.

“Terakhir harapan Pemerintah daerah Kabupaten PALI kepada seluruh komponen masyarakat terkhusus lagi pedagang pasar, Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, Keamanan dan Kenyamanan pasar,”tutupnya.

Sekedar informasi, Adapun Tim besar yang terlibat dalam Program Penataan dan Penertiban Pasar Inpres ini adalah TNI, Polri, Disperindag PALI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Unsur Kecamatan dan Kelurahan serta Asosiasi Pedagang Pasar Inpres.

Ditempat terpisah, Zulkipli;salah satu pedagang Pasar Kaki Lima yang dagangannya akan turut digusur atau dipindahkan mengaku merasa dirugikan bila tidak diizinkan jualan pada pagi hari sampai ke Jam 12 atau jam satu siang.

“Kalau biso kami mohon kebijakan dari Pemda PALI khususnya kepada Bapak Bupati Heri Amalindo, Penataan dan penertibannyo sesudah lebaran (Idul Fitri) Bae. Kalau sudah lebaran Insyaallah kami tidak diperintahpun secara langsung angkat kaki,”demikian harap Zul.

“Selain itu usul kami Pasar Inpres Pendopo ini dibangun dua tingkat atau tiga tingkat, Sehingga kami bisa dikumpulkan dalam satu tempat, Dan kami siap mendaftar,”tandas Zul.

Pak Wawan;Pedagang Kaki lima Pasar Inpres Pendopo lainnya kepada media ini mengutarakan kekecewaannya sekaligus harapannya kepada Pemda PALI dalam hal ini Tim besar Penataan dan Penertiban Pasar, “Kami berharap sebaiknya cukup ditertibkan saja, digeser agak kedalam/pinggir bila dianggap dagangannya terlalu menjorok ke bahu jalan, Bukan dilarang atau dipindahkan,”harapnya.

Disinggung kenapa tidak pindah ke Pasar Talang Kerangan Talang Ojan Pendopo, Para Pedagang khususnya Pedagang Kaki Lima Pasar Inpres mengaku bahwa Keadaan Pasar Talang Kerangan masih sepi, Pembeli masih enggan belanja kesana, Selain itu faktor keamanan masih menjadi pertimbangan Mereka enggan berdagang atau mengambil lapak di Pasar Talang Talang Kerangan.
(Reza/Pali)