banner 728x250 banner 728x250

Perkuat Sektor Pariwisata, Dispar Kutim Kembangkan SDM Parekraf Bidang Perkopian

SANGATTA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim turut mendukung pengembangan barista kopi sebagai sumber daya manusia (SDM) pelaku kepariwisataan dan ekonomi kreatif (Parekraf) terampil dan profesional. Hal itu dilakukan demi mendukung pengembangan Sektor Parekraf di Kutim. Apalagi industri kopi terus merambah menjadi bisnis yang menguntungkan sampai saat ini dan trennya terus menanjak. Di beberapa kota besar, masyarakat menjadikan kopi sebagai gaya hidup bahkan edukasi wisata dan penelitian. Di Sangatta pun sudah banyak tumbuh kafe hingga warung (kedai) kopi yang menyajikan arena rasa harumnya kopi nusantara lewat tangan dingin barista (penyaji/penyeduh kopi).

Pengembangan SDM tersebut dilakukan melalui pelatihan yang dihelat di Pelangi Room dan D’Lounge, Hotel Royal Victoria selama beberapa hari awal Agustus 2023 tadi. Kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 75 peserta yang berasal dari komunitas pengusaha parekraf, pengusaha kopi hingga penggiat parekraf di Kutim. Dibuka langsung oleh Kepala Dispar Kutim Nurullah didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Parekraf Dian Anggraeni beserta narasumber dari Dosen Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) di jurusan pariwisata yakni I Wayan Nalang Nala dan Sabalius Uhai dan satu narasumber tamu yang berkompeten di bidang perkopian yaitu Tauhid Hira.

Beberapa narasumber seperti I Wayan Nalang Nala membeberkan terkait bagaimana mengenal kompetensi barista dan memahami pelanggan. Dilanjutkan dengan Sabalius Uhai mengenalkan bagaimana teknik pengolahan kopi serta Tauhid Hira soal pengelolaan manajemen perkopian. Dalam sesi pelatihan ini, peserta juga dilatih tentang meracik kopi lewat dua metode ada yang dari mesin kopi hingga manual brewing. Untuk mesin kopi, peserta berlatih membuat cofee latte, espresso hingga cappucino. Sementara untuk manual brewing, menyeduh kopi dengan salah satu teknik kopi yaitu V60.

Sebelumnya Kepala Dispar Kutim Nurullah mengatakan kenapa kita melaksanakan pelatihan ini karena barista atau kopi saat ini menjadi tren yang sangat digandrungi baik di kalangan anak muda maupun di kalangan orang tua.

“Dan ini semua merupakan peluang bagi bagi pelaku parekraf khususnya sub sektor kuliner karena kopi ini masuk di bidang kuliner dari 17 sub sektor ekraf,” papar Nurullah.

Ia pun berharap untuk para peserta pelatihan bisa mengikuti kegiatan ini secara baik dan seksama, sehingga ketika pulang nanti dengan membawa hasil yang berguna bagi diri sendiri, Kutim, dan untuk para pelaku parekraf pada khususnya.

Nurullah menambahkan ini kesempatan baik juga jika barista dari Kutim bisa mendukung Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dia meyakini profesi barista ke depan akan sangat menjanjikan, khususnya setelah penetapan Kaltim sebagai ibu kota baru Indonesia. Kutim sebagai penyangga IKN, kelak kebutuhan kuliner pasti akan meningkat, termasuk para penikmat kopi.

“Sebab itu, profesi barista sekarang dan nanti akan semakin menjanjikan,” tegasnya.