banner 728x250 banner 728x250

Minim SDM di Kutim, Pengaruhi Lemotnya Pelaksanaan Anggaran 2023

Sangatta – Tertundanya pelaksanaan anggaran tahun 2023 oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menjadi sorotan utama di tengah maraknya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Tantangan ini diakui berkaitan dengan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), yang menjadi perbincangan hangat di antara anggota dewan.

Asisten I Pemkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, menjelaskan bahwa SDM memainkan peran kunci dalam pembangunan daerah. Bupati Kutim sendiri menyatakan keyakinannya bahwa meskipun pembangunan fisik dilakukan secara massif, upaya tersebut akan sia-sia tanpa diiringi peningkatan kualitas SDM yang ada.

“Kami yakin bahwa program pembangunan akan kehilangan arah jika SDM tidak memiliki kemampuan yang memadai, bisa saja berakhir sia-sia dan tidak sesuai target waktu,” ujar Bupati dalam wawancara dengan media setelah Rapat Paripurna DPRD Kutim pada Senin (7/8/2023).

Pertanyaan seputar penyerapan anggaran dan pelaksanaan APBD-P 2023 mengemuka, dengan penekanan pada perbaikan kualitas perangkat daerah sebagai langkah mendukung program pembangunan. Menurut Bupati, peningkatan kualitas SDM bisa dilakukan melalui berbagai media modern, termasuk pemanfaatan teknologi informasi. Dia mencontohkan perangkat daerah dapat mengambil pelajaran dari platform media sosial seperti YouTube dan Google sebagai sumber informasi terkini.

“Kini, ada kesempatan untuk belajar melalui YouTube, tidak perlu selalu mengandalkan Bimtek, karena kami ingin mempercepat pelaksanaan anggaran,” jelas Bupati.

Namun, Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam memaksimalkan penyerapan anggaran dan pembangunan. Semua upaya akan dilakukan untuk memastikan program-program tahun ini dapat terealisasi sesuai waktu yang ditargetkan.

“Dengan komitmen ini, kami berupaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan program anggaran dan pembangunan dapat tepat waktu,” tegasnya.

Situasi ini memperlihatkan adanya upaya Pemkab Kutim untuk mengejar peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan tekad untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan anggaran publik.(adv)