banner 728x250 banner 728x250

Kutim Body Contest Open Tournament 2023, Dibuka Wabup, Diikuti 86 Peserta

SANGATTA- Sebanyak 86 Peserta ambil bagian dalam kejuaraan Kutim Body Contest Open Tournament 2023 yang berlangsung di gedung serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta pada Sabtu (26/8/2023). Turnamen ini dibuka Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Ketua PBFI Kutim Eka Ayu Rachmawati menyebut, ada 4 kelas yang dipertandingkan pada kejuaraan ini. Yakni kelas Junior Men’s Fitness (Super Beginer), Men Sports Physique (Middle Muscle), Men’s Fitness (New Muscle) dan Men’s Athletic Physique). Turnamen ini diikuti 86 peserta yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, Makassar, Tarakan, Berau, Samarinda, Tenggarong, Bontang dan Kutim sebagai tuan rumah.

“Ajang ini juga menjadi pantauan awal bagi PBFI Kutim untuk menyaring mana atlet yang potensial masuk pembinaan selanjutnya. Dalam kelas binaraga ini, Kutim berhasil meraih 2 medali emas di kejuaran nasional Pra PON di Bengkulu pada Juli 2023 lalu. Prestasi ini harus bisa dipertahankan,” harap Eka.

Pada kesempatan ini, Wabup Kasmidi Bulang mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada panitia dan pengurus PBFI yang sudah melaksanakan kegiatan ini. Kepada para atlet, orang nomor dua di Pemkab Kutim tersebut mengucapkan selamat bertanding.

“Junjung tinggi sportivitas,” tegasnya.

Selain itu ada penegasan lain yang disampaikan Kasmidi pada kesempatan tersebut. Dia meminta agar setiap cabang olahraga harus aktif melaksanakan kegiatan untuk melatih para atlet binaanya. Demi meningkatkan keahlian para atletnya. Dia bahkan dengan tegas mengatakan akan mengevaluasi cabor yang tak aktif melaksanakan pembinaan.

“Pemkab Kutim sudah men-support (mendukung) cabor dengan memberikan anggaran yang cukup. Saya pesan kepada Ketua KONI, jika ada cabor yang tidak melakukan kegiatan segera dievaluasi. Jangan sampai anggaran sudah diberikan, tapi tidak ada pembinaan atlet, salah satunya mengikuti berbagai kompetisi. Tidak ada prestasi tanpa berlatih. Atlet butuh jam terbang,” tegas Kasmidi.

Ketua Perhimpunan Ahli Tambang Kutim ini juga mengingatkan seluruh pengurus cabor agar menyelesaikan kelengkapan administrasi atlet. Sehingga tak sampai ada atlet yang sudah dibina dengan baik, namun tidak bisa ikut bertanding membawa nama Kutim. Karena terkendala persoalan administrasi.

“Persoalan administrasi adalah hal klasik, Pemkab sudah maksimal dengan membiayai bahkan mengangkat para atlet berprestasi menjadi TK2D namun sayang gagal bertanding. Seperti pada Porprov tahun lalu di Berau, ada 26 atlet yang tidak bisa bertanding karena persoalan administrasi. Kejadian ini sangat disayangkan,” ungkap Kasmidi.